Sahabat. satu kata yang cukup bermakna untukku. karna dengan mereka aku dapat berbagi smuanya. itulah sahabat menurut ku. tapi entah mengapa kadang aku bingung dengan mereka. saat mereka sedang kesusahan aku selalu disampingnya. tapi saat ini, saat aku benar-benar membutuhkan mereka . mereka menjauhi aku. Apa karna keadaan ku yang sekarang ? Apa karna aku sekarang sudah miskin ?
Saat ini keluargaku mengalami keterpurukan , usaha orang tuaku bangrut. sedangkan kakak ku baru saja meninggal karna OD . kakak yang slama ini dibangga-banggakan oleh kedua orang tua ku. seakan kurang lengkap semua ini aku harus pindah sekolah karna kedua orang tuaku tidak mampu lagi membiayai ku disekolah yang saat ini. sekolah ku yang sekarang lumayan elit jadi biayanya mahal. mau tidak mau aku harus pindah sekolah.
Saat ini aku butuh seseorang yang slalu mendukungku.orang tuaku sekarang sering berantem. aku benar-benar tidak kuat dengan smua ini. Ibuku yang slalu menyalahkan ayah. karna ayah sering sekali selingkuh.
hari ini hari pertama aku masuk sekolah yang baru. tak ada yang spesial hari ini. teman satu bangku ku seorang gadis yang sangat riang . sejak awal aku duduk dia selalu tersenyum padaku. tapi entah kenapa aku tak bisa membalas senyum itu. gadis itu selalu mengajakku untuk berbicara. namanya ria. gadis yang manis dengan tingkah laku yang manis juga. dia menunjukkan berbagai tempat padaku hari ini. mulai dari kantin, perpustakaan, taman belakang sekolah hingga tempat paling favorit untuknya. aku heran bagaimana dia bisa begitu banyaknya padaku , padahal dia punya banyak teman. hari ini kulalui dengan perasaan biasa saja. belum ada yang berkesan. dalam benakku, aku masih berpikir tentang keluargaku yang mulai hancur.
tak terasa sudah waktunya kami pulang. dengan riang nya ria menawariku untuk pulang bareng dengannya naik motor tapi ku tolak tawarannya.aku beralasan bahwa aku ingin jalan jalan dulu.
hari ini mico berjanji akan menjemput ku. dia adalah kakak kelas ku yang dulu sekaligus pacar ku. selama ini dia selalu ada saat aku sedang membutuhkannya. aku senang karena saat ini dia masih ada untukku. namun saat aku bertemu dengannya ada semacam perasaan aneh yang menyelimuti ku. dia tidak seperti biasanya.
biasanya dia akan tersenyum saat bertemu denganku tapi saat ini dia hanya diam saja. kupikir pasti dia sedang ada masalah aku hanya duduk diam di jok mobilnya. kami makan siang saat itu. tapi kami hanya saling diam saja. tak lama kemudian handphonenya berdering dan dengan cepat dia mengangkat telpon nya. dia hanya bialng iya dan tidak. hanya dua kata itu yang terucap dari mulutnya. sayup sayup aku mendengar bahwa dia akan menjembut orang itu pukul 4. padahal sekarang sudah jam setengah 4. aku hanya diam saja melihat dia seperti itu.
tak lama kemudian mico menutup teleponnya. ia hannya bilang padaku bahwa ia buru-buru, aku pun bilang padanya bahwa aku bisa pulang sendiri. akhirnya kami berpisah ditempat itu. tanpa satu perbincangan yang berarti. padahal dalam hatiku ingin sekali aku mencerikan keadaan ku saat ini padanya.
saat aku sampai rumah yang kutemui hanya wajah murung dari kedua orang tua ku.
akhirnya kami makan malam bersama. aku tak tau apa yang melintas dipikiran ayahku, ayah bilang bahwa dia ingin memulai semmuanya dari awal. ibu langsung menyetujui nya.
(ceritanya sampai disini dulu ya. karna lagi kerja )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar